
Beji, (20 Januari 2026) — Suasana belajar di SD Negeri 1 Beji tampak berbeda dari biasanya. Pada kegiatan kali ini, siswa kelas 5 diajak untuk belajar dasar-dasar coding (pemrograman) dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui permainan edukatif yang dipandu oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang.
Kegiatan ini merupakan sesi pengenalan dunia teknologi dan logika pemrograman bagi siswa sekolah dasar. Anak-anak belajar memahami konsep dasar coding melalui game interaktif yang dirancang agar mereka berpikir logis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dengan teman. Melalui metode belajar sambil bermain, siswa dikenalkan pada prinsip berpikir komputasional, seperti pola, urutan langkah (algoritma), dan logika sebab-akibat. Para mahasiswa KKN menggunakan web dan permainan sederhana yang sesuai dengan usia anak-anak agar materi mudah dipahami dan tetap menyenangkan.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang yang sedang bertugas di Desa Beji serta guru-guru SDN 2 Beji yang turut mendampingi jalannya pembelajaran. Para mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memperkenalkan cara berpikir ala “programmer cilik”, sementara para guru berperan memastikan kegiatan selaras dengan kurikulum sekolah.
Kegiatan berlangsung di SD Negeri 1 Beji, dengan melibatkan siswa kelas 5 sebagai peserta utama. Pelatihan ini diadakan pada minggu kedua pelaksanaan program KKN dan dilaksanakan di dalam lab komputer sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap dunia teknologi sejak dini. Di era digital, kemampuan berpikir komputasional menjadi bekal penting bagi generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar memahami cara kerja teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.
Menurut mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang, kegiatan ini diharapkan bisa “membangun dasar logika berpikir anak-anak serta memotivasi mereka agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi di masa depan.”

Metode belajar yang diterapkan adalah learning by playing — belajar melalui permainan. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing memainkan game interaktif yang mengajarkan logika sederhana seperti menyusun langkah karakter untuk mencapai tujuan, mengenali pola, atau memecahkan teka-teki berbasis perintah. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, di mana siswa berbagi pengalaman tentang apa yang mereka pelajari dan hal yang paling mereka sukai selama kegiatan berlangsung, serta mengajak siswa membuat konten dalam bentuk video pendek dan foto kegiatan, yang kemudian dibagikan melalui media sosial.
Kepala SDN 1 Beji menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang yang telah membawa semangat baru dalam pembelajaran di sekolah. “Kami sangat senang anak-anak bisa belajar sambil bermain, apalagi dengan materi yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ujarnya.